Khalifah Besar yang Tetap Orang Biasa

Pada suatu hari, Kaisar Romawi mengirimkan seorang utusan untuk mengunjungi kepada Khalifah Umar, untuk melihat dari dekat, bagaimana keadannya dan apa pekerjaannya sehari-hari, Khalifah Umar merupakan manusia yang dikagumi oleh kawan dan lawan.

Di ibu kota Madinah, utusan tersebut bertanya kepada penduduk ” Mana Rajamu?”, penduduk tersebut menjawab : ” Kami tidak punya raja, kami hanya mempunyai seorang ketua. Dialah Kepala Negara kami”. Utusan tersebut bertanya lagi “Dimana Dia?”, Jawab penduduk “Dia tidak ada, sedang keluar kota”.

Akhirnya utusan tersebut pergi ke luar kota untuk mencari Kholifah Umar untuk mencari tahu apa yang dilakukannya sesuai dengan perintah sang Kaisar. Diperjalanan dilihatnya umar sedang tidur di atas tanah dengan nyenyaknya, dibawah terik panas matahari, berbantalkan bajunya, dengan keringat bercucuran membasahi bumi. Pemandangan ini memberi kesan yang sangat mendalam pada jiwa utusan Kaisar tersebut.

Utusan tersebut berkata : “Inilah manusia yang sangat dikagumi dan ditakuti oleh semua raja. Beginikah keadaanya? Tidak punya istana, tidak ada pengawal dan pengiringnya? Tapi……………. kau Umar, pantas kau bisa tidur dengan pulas, sebab kau adil dan jujur. Tetapi raja kami, lain halnya, sekalipun tidur di atas kasur yang empuk, tetap tidak dapat tidur dengan nyenyak, selalu penuh gelisah, itu karena tindakannya sendiri yang tidak adil”

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.