A WSN Based Solution For Precision Farm Purposes

Tulisan ini membahas paper tentang pemanfaatan Wireless Sensor Network (WSN) dalam pengolahan lahan pertanian, khususnya pada penerapan precision farming. Penelitian pada paper ini dilakukan di Department of Information Engineering and Computer Science, University of Trento, Via Sommarive 14, I-38123 Trento, Italy, dan hasil penelitiannya dapat dilihat di situs web http://www.eledia.ing.unitn.it

Author : Mauro Martinelli, Luca Ioriatti, Federico Viani, Manuel Benedetti, and Andrea Massa
Primary Titile : A WSN Based Solution For Precision Farm Purposes
Conference : Geoscience and Remote Sensing Symposium,2009 IEEE International,IGARSS 2009

Akhir-akhir ini, krisis pangan sudah menjadi permasalahan yang sedang trend di hampir seluruh negara di dunia. Meningkatnya harga sumberdaya pangan, kenaikan harga energi dan perubahan iklim disinyalir merupakan beberapa penyebab utama krisis pangan yang telah mempengaruhi kehidupan hampir di seluruh dunia.

Kurang lebih satu dasawarsa ini, sudah mulai bermunculan pemikiran dan penelitian untuk memperoleh cara agar dapat menggunakan sumberdaya, terutama sumberdaya alam secara intensif dan mampu mendapatkan hasil yang optimal. Suatu cara yang digunakan tersebut salah satunya adalah precision farming/precision agriculture (“Pertanian tepat guna”).

Yaitu merupakan strategi untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan ketahanan lingkungan yang didasarkan pada pengamatan, penilaian dampak dan respon yang strategis terhadap perubahan beberapa nilai parameter pada proses produksi.

Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan dalam rangka penerapan precision farming, antara lain teknik pengindraan jauh untuk pemilihan lahan dan pengamatan lahan, pengevaluasian tanah dan kondisi lingkungan yang umumnya masih berdasarkan pada pendapat manusia dan sering tidak memiliki dasar kuantitatif. Padahal untuk mendapatkan data yang presisi dalam rangka presision farming dibutuhkan data yang bersifat real time serta biaya yang ditimbulkan dari keputusan yang akan ddipilih, sehingga dapat menentukan langkah yang strategis dalam proses pengolahan lahan.

Salah satu langkah alternatif untuk menerapkan precision farming (yang diujikan dalam paper ini) adalah dengan menggunakan “Jaringan Sensor Tanpa Kabel” atau wireless sensor network (WSN). Yaitu dengan menyebarkan sensor di beberapa titik yang satu dan lainnya terhubung melalui jaringan tanpa kabel. dan pada masing-masing titik diberikan beberapa sensor untuk mengukur beberapa variabel yang dibutuhkan.

Pada penelitian ini, sensor yang digunakan ada 7 buah, yaitu dendrometer (untuk mengukur diameter batang pohon), sensor suhu, dan 5 buah sensor kelembaban (tanah) yang ditanam pada tingkat kedalaman yang berbeda-beda.

Sistem yang dihasilkan dari penilitan ini dapat memantau kondisi pertanaian, baik kondisi tanaman maupun kondisi tanah, sehingga pengelola lahan dapat langsung menentukan pengairan yang diperlukan untuk lahan tersebut.

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.