Peningkatan Kompetensi Open Source dan Keamanan Jaringan Komputer kepada MGMP TIK MA DKI Jakarta dan MGMP TIK SMA Jakarta Pusat.

Pada bulan Agustus dan September 2014, telah diadakan pelatihan Open Source menggunakan Sistem Linux dan Keamanan Jaringan beserta Mikrotik di Laboratorium Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas YARSI. Kegiatan pelatihan yang ditujukan pada MGMP TIK MA DKI Jakarta dan MGMP TIK SMA Jakarta Pusat ini diselerenggarakan Ibu Herika Hayurani, M.Kom sebagai ketua penyelenggara, Ibu Sri Puji Utami A, MT serta penulis sendiri sebagai anggota penyelenggara kegiatan. Kegiatan ini sendiri didanai oleh DIKTI melalui hibah Iptek Bagi Masyarakat.

MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) merupakan bentuk himpunan dari guru-guru terkait mata pelajaran tertentu yang dimanfaatkan sebagai ajang untuk saling berinteraksi dalam meningkatkan kompetensi di bidang mata pelajarannya. Tidak semua guru dalam MGMP TIK  memiliki latar belakang pendidikan TIK atau komputer. Ada yang mengalami perjalanan karir guru sebagai guru PKN, Fisika, dan lain-lain sebelum ditugaskan sebagai pengampu mata pelajaran TIK. Dalam upaya untuk semakin meningkatkan kompetensi guru dan siswa, kami melaksanakan kegiatan pelatihan bagi guru dan siswa SMA Jakarta Pusat serta MA DKI Jakarta terkait open source dan keamanan jaringan komputer. Kompetensi ini diperlukan bagi guru TIK agar paham dan dapat mengikuti perkembangan teknologi jaringan komputer yang saat ini sudah mengarah ke komputasi awan.

Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah pelatihan (workshop) dimana fasilitator utama mempresentasikan materi secara interaktif kepada peserta, sedangkan fasilitator pendamping membantu peserta saat praktek. Tahap-tahap yang dilakukan adalah tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Program ini dikemas dalam 3 jenis workshop, yaitu workshop linux, workshop keamanan jaringan komputer, dan workshop Mikrotik. Target luaran program ini adalah terwujudnya peningkatan kompetensi jaringan dan open source pada minimal 75% peserta. Untuk mengukur peningkatan kompetensi tersebut, digunakan kuesioner dengan skala 1 (belum menguasai), 2 (kurang menguasai), 3 (cukup menguasai), dan 4 (sangat menguasai). Setiap workshop diawali dan diakhiri dengan membagikan kuesioner tersebut untuk mendapatkan informasi tentang peningkatan kompetensi peserta.

  

 

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.