kenapa gula batu?

Tulisan lama di facebook note tahun 2012 yang saya salin ke sini.

Beberapa hari yang telah berlalu, saya menyempatkan diri untuk melakukan terapi pijat pada terapist yang biasa jadi langganan saya, seperti biasa, saat diterapi banyak anggota tubuh yang kesakitan terutama daerah perut, ya memang saya sering melanggar saran-saran yang diberikan. Dari hasil terapi, beliau menyampaikan kalau saya akhir-akhir ini mudah capek, gampang ngantuk dan sering aras-arasen(bahasa indonesianya apa yah?). Ya memang benar sih… untuk menjaga supaya tidak ngantuk, terkadang saya bisa menghabiskan 3 gelas kopi bahkan lebih dalam sehari (bahkan kalau gak ngantuk pun saya suka minum kopi). Beliau menyarankan untuk mengurangi konsumsi gula, jika tidak 5-10 tahun lagi bisa-bisa terkena kencing manis (wah.. yg bener saja…), dan kalau ingin memang tidak bisa menghindari manis, sebaiknya pakai gula batu, kata beliau gula batu itu masih asli, saya bingung maksud belaiau kalau gula batu itu gula asli.

 

“kenapa gula batu?” itu pertanyaan yang langsung muncul di pikiran saya. yah… mungkin gula batu itu lebih aman dikonsumsi dari gula pasir, tapi kenapa? kok bisa?. Setelah bertanya dan mencari-cari informasi di internet, ternyata gula pasir dan gula batu memiliki perbedaan yang sangat mencolok dan memberikan dampak yang berbeda pada kesehatan.

 

Aleysius H. Gondosari pada situs 5elemen.commengatakan bahwa gula pasir merupakan karbohidrat sederhana yang sulit dicerna dan diubah menjadi energi. untuk mengubah gula pasir menjadi gula darah tubuh membutuhkan waktu 3 menit, tapi untuk mengubah gula darah (hasil dari konversi gula pasir) menjadi energi yang dapat disimpan dalam otot, pankreas membutuhkan waktu sekitar 140 menit. Selain itu, Indeks Lelah pankreas mencapai nilai +5. Nilai ini berlalu untuk 1/2 sendok gula atau 1 sendok gula. Dengan demikian, mengolah gula pasir menjadi energi merupakan pekerjaan yang sangat melelahkan bagi pankreas. Pankreas yang normal hanya mampu mengubah 1/2 sendok makan gula pasir menjadi energi setiap hari. Berat 1/2 sendok makan gula pasir kira-kira 5 gram. Bila kita mengkonsumsi lebih dari 1/2 sendok gula, maka sisanya akan menjadi gula darah dan lemak tubuh.

Lain halnya dengan gula batu, dimana untuk mengkonversi gula batu menjadi gula darah, membutuhkan waktu yang sama, yaitu 3 menit. Untuk mengubah gula darah (hasil dari konversi gula batu) menjadi energi, juga dibutuhkan waktu 3 menit. Indeks Lelah pankreas juga jauh lebih rendah, yaitu +0,0005! Ini berarti lebih rendah 10.000 x dari gula pasir! Pankreas hampir tidak merasa lelah mengkonversi gula batu menjadi energi. Ini berarti gula batu masih merupakan karbohidrat kompleks yang sehat. Dengan demikian, gula batu merupakan makanan yang jauh lebih sehat dari gula pasir. Pankreas yang normal mampu mengkonversi 6 sendok makan gula batu menjadi energi setiap hari atau kira-kira 60 gram. Selain itu ada juga gula merah (baik yang dari kelapa atau aren) yang ternyata mempunyai efek yang sama dengan gula batu.

 

Jadi buat rekan-rekan, disarankan sebisa mungkin untuk mulai mengurangi konsumsi gula pasir dan kalau memang suka minuman yang manis diusahakan menggunakan gula batu (walaupun harganya memang lebih mahal ^_^ ). eits… tapi hati-hati juga dalam membeli gula batu, karena ada informasi juga kalau ternyata ada gula batu yang dibuat dari gula pasir, jadi pastikan dulu gula batu yang anda beli merupakan gula batu yang asli

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.